KDS Bergerak Cepat, Janji Rumah Baru untuk Korban Longsor Kini Terwujud

KAB BANDUNG, Potensinetwork.comBupati Bandung Dadang Supriatna menyerahkan rumah secara simbolis dan sertifikat tanah termasuk modal usaha, bagi warga penerima bantuan terdampak bencana longsor, di Kampung Mekarsari, Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (6/5/2026).

Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menjelaskan peresmian rumah ini merupakan janjinya kepada korban terdampak longsor yaitu pasangan suami istri Ato dan Desi yang kehilangan kedua balitanya yaitu Rere (5 tahun) dan Aldi (3 bulan) yang tertimbun material longsor.

“Waktu itu terjadi longsor 1 Februari 2026 yang mengakibatkan dua balita meninggal dunia. Memang kejadiannya sangat tragis terjadi di siang hari,” ungkap KDS seusai peresmian.

Saat itu pula, imbuh KDS, dirinya didampingi Kepala Desa Tribaktimulya segera mensurvei lokasi untuk mendirikan rumah baru bagi keluarga Ato.

Baca Juga:  Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Warga Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Gasibu

“Ternyata Pa Ato ini memang belum punya rumah. Maka secara spontan saya pada saat itu saya janjikan kepada Pak Ato akan diberikan tanah dan diberikan rumah dan alhamdulillah hari ini sudah selesai,” kata dia.

Selain rumah, KDS juga memberikan permodalan untuk usaha untuk melanjutkan hidup bagi kedua pasutri yang kehilangan kedua anaknya itu.

“Kita doakan Pak Ato dan Ibu Desi tetap diberikan kesabaran dan tetap tawakal juga tetap semangan. Saya doakan semoga mendapatkan lagi momongan dan tetap menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah,” ucap KDS.

Sebelumnya, KDS langsung bertakziyah ke rumah duka dua balita kakak beradik, korban longsor di Kampung Mekarsari RT. 03 RW 10 Desa Tribaktimulya Kec Pangalengan, Minggu (1/2/26).

KDS mengungkapkan keprihatinannya, longsor yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ini dan merobohkan dinding dapur rumah korban, materialnya menimpa dua bayi di bawah lima tahun (balita) hingga nyawa kedua korban tidak tertolong.

Baca Juga:  Turunkan Angka Pengangguran Disnaker Cimahi Menerapkan Strategi “ATK ManTera Si-JoKer”

“Saya merasa prihatin atas kejadian longsor yang menimbulkan dua korban jiwa ini dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ucapnya.

Longsor itu menimpa dua balita yang saat kejadian sedang berada di bagian dapur dan saat itu sedang makan siang. Material longsor pun menimpa dan menjebol bagian dapur serta menimbun dua baita.

“Dua balita ini, kakaknya berumur lima tahun dan adiknya baru tiga bulan. Kedua nyawanya tidak bisa tertolong lagi saat dilarikan ke rumah sakit,” kata KDS.

Longsor terjadi akibat hujan deras sehingga merobohkan tanah yang labil dan material longsorannya menimpa dan menjebol bagian dapur dari rumah yang ditinggali pasangan suami istri Ato dan Desi bersama dua anaknya.

Baca Juga:  Bupati Bandung Kunjungj Korban Kebakaran di Cimenyan Kabupaten Bandung

KDS menghimbau kepada pemilik rumah di sekitar lokasi longsor agar dikosongkan karena ditakutkan terjadi longsor susulan. Tercatat ada enam rumah yang berada di area rawan longsor dan akan segera dievakuasi.

Penyediaan rumah antara lain dengan menyiapkan tanahnya terlebih dahulu untuk kemudian dibuatkan rumah baru melalui skema Program Perbaikan Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) terhadap tiga rumah milik keluarga korban terdampak.

Assesment BPBD Kabupaten Bandung mencatat ketinggian longsor mencapai 15 meter dengan panjang 6 meter. Sebagai langkah mitigasi jangka menengah, Pemkab Bandung akan membuat Tembok Penahan Tanah (TPT) di beberapa titik rawan dan melakukan penanaman pohon akar wangi. (*)