Umuh Muchtar Komentari Tim Investigasi Tregedi Kanjuruhan

POTENSINETWORK.COM – Komisaris Persib Bandung Umuh Muchtar mendukung tim investigasi bertugas. Ia menekankan agar pelaksana tugas (dari LIB) dalam pertandingan harus ikut bertanggung jawab. Hal apa yang bisa menyebabkan kerusuhan terjadi sampai meninggalnya korban jiwa diperiksa secara ketat.

Menurut Umuh ada beberapa tersangka yang sebenarnya tidak berada di tempat kejadian perkara seperti Direktur PT LIB. Menurut pandangannya ia hanya sebatas pengambil kebijakan atas koordinasi yang telah disepakati sebelumnya melalui anak-anak buahnya.

“Kita menghormati keputusan tim investigasi. Namun mereka juga harus periksa semua. Yang tidak tahu (kejadiannya) sekarang diperiksa kasian, kenapa ketua saja? Saya tegaskan periksa mereka yang bertanggung jawab (di lapangan) mereka juga harus tanggung jawab,” papar Umuh, di Bandung, sepertu dilansir laman bobotohsimamaung, kemarin.

Baca Juga:  Hadapi Perempatfinal, Empat Pemain Bergabung Bersama Persib, Salah Satunya Pemain Asing

Seperti diketahui, insiden maut di Kanjuruhan yang merenggut ratusan korban jiwa usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) dalam pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, kini telah memasuki babak baru. Sebanyak enam tersangka ditetapkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (6/10/2022) kemarin di Polresta Malang.

Enam tersangka diantaranya AHL Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), AH ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan, SS Security Officer, Wahyu SS Kabag Operasional Polres Malang, H Danki 3 Brimob Polda Jawa Timur, dan TSA Kasat Samapta Polres Malang.

Baca Juga:  Jelang Liga 1 2022/2023, Persib Jajal RANS Nusantara dan Persikabo

Umuh juga mempertanyakan, tentang kabar salah satu pintu keluar masuk ke tribun stadion bisa terkunci. Menyebabkan para penonton terkunci berdesakan di tengah udara yang telah bercampur dengan racun gas air mata.

“Di lapangan pintu-pintu pasti ada gemboknya, kalau misal berkarat (terkunci) harusnya dicek berapa yang tidak bisa dibuka. Banyak kejadian begitu. Di Bandung juga begitu,” katanya.***