ASN Award 2026, Farhan Minta ASN Hadir untuk Warga

BANDUNG, Potensinetwirk.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan penghargaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi melalui ajang ASN Award. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, inovasi dan keteladanan ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Sebanyak 15 ASN menerima penghargaan tersebut.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, ASN Award tidak sekadar menjadi seremoni pemberian penghargaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih profesional, adaptif dan berorientasi pada masyarakat.

Menurutnya, penilaian terhadap ASN tidak cukup hanya mengandalkan mekanisme formal dalam sistem manajemen talenta. Diperlukan pula pendekatan tambahan melalui pemberian apresiasi atau reward bagi pegawai yang menunjukkan kinerja dan kontribusi nyata.

“Penilaian subjektif tidak ada salahnya sama sekali. Tapi keputusan yang subjektif, nah itu bisa bermasalah. Oleh karena itu, kita perlu melakukan penilaian secara integral kepada seluruh ASN, tidak hanya lewat metode formal tetapi juga metode rewarding seperti yang sekarang,” kata Farhan saat acara Anugerah ASN Berprestasi dan ASN Teladan Tahun 2026 di Hotel Grandia, Jumat 30 Oktober 2026.

Baca Juga:  Lepas 58 PNS Purnatugas, Sekda: Pengabdian Menjadi Warisan bagi Generasi Berikutnya

Ia menjelaskan, tantangan Pemkot Bandung saat ini semakin kompleks. Karena itu, ASN dituntut tidak hanya bekerja berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing tetapi juga mampu hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan.

Farhan menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi dan empati dalam pelayanan publik. Pendekatan yang hanya mengandalkan aspek formal dan legal terkadang belum cukup untuk menyelesaikan persoalan yang melibatkan kepentingan masyarakat.

Farhan mengatakan, ASN tidak boleh membiarkan adanya jarak antara pemerintah dan masyarakat. Pegawai pemerintah harus mengambil peran langsung sebagai penghubung sekaligus penyelesai persoalan sehingga komunikasi antara warga dan pemerintah berjalan lebih terbuka.

Baca Juga:  Aam Rahmat: Sosialisasi Peningkatan Deteksi dan Kewaspadaan Dini Jelang Nataru serta Tahapan Pemilu 2024

“Sahabat-sahabatku, para ASN, turunlah dan hilangkan peran-peran perantara antara kita dengan masyarakat. Kita yang harus turun tangan dan mendengarkan suara mereka. Kita yang harus menghadapi pertemuan demi pertemuan, permasalahan demi permasalahan,” jelasnya.

Kecepatan Respons Pelayanan Publik

Selain pendekatan humanis, Farhan juga menekankan pentingnya kecepatan respons pelayanan publik. Ia mengapresiasi kinerja layanan darurat Kota Bandung, seperti 112 untuk kegawatdaruratan umum, 113 untuk pemadam kebakaran dan 119 untuk layanan ambulans.

Berdasarkan pengalamannya melakukan pengujian langsung, Farhan menyebut respon petugas terhadap laporan masyarakat dapat tiba dalam waktu sekitar 12 menit.

Ia mencontohkan penanganan kebakaran di kawasan Gedebage yang dapat segera ditangani petugas. Kecepatan respon tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan sekaligus menangkal informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Mulai Terapkan KKI untuk Transaksi Belanja Daerah

Farhan mengungkapkan, keberhasilan berbagai program pemerintah tidak semata-mata bergantung pada kepala daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh ASN hingga tingkat kewilayahan.

“Inilah yang harus selalu kita tunjukkan kepada kota ini. Dedikasi, integritas, inovasi dan keteladanan menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.

Karena hal tersebut, ia berharap ASN Award dapat menjadi tradisi positif yang dilaksanakan secara rutin serta menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja.

“Selamat kepada para penerima penghargaan. Anda telah menunjukkan satu momen yang layak diapresiasi. Pertahankan dan jadilah inspirasi untuk yang lain,” tuturnya.**