News  

Ekspor Kabupaten Bandung Tembus Angka Rp 21 Triliun

Dicky
Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, (Foto: Diskominfo)

KAB.BANDUNG, Potensinetwork.com – Sejak pandemi Covid 19 Dinas Perdagangan dan industri (Disdagin) Kabupaten Bandung terus merecovery bidang ekspor,dampak di Tahun 2025 penjualan ke luar negeri tembus nilai Rp 21 triliun.

“Pasca pandemi saya melakukan recovery ekspor dan terus berupaya agar industri kecil menengah (IKM) Kabupaten Bandung naik kelas. Alhamdulillah, di 2025 hasil ekspor kita memcapai Rp 21 triliun,” jelas Plt. Kadisdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah di Soreang, Senin (13/4/2026) pagi.

Menurutnya, barang yang diekspor tidak sebatas hasil industri tetapi juga pertanian. Terbukti, cocoa masih menjadi primadonanya ekpor barang dari Kabupaten Bandung disusul kopi kemudian kain, porang, jahe dan umbi- umbian lainnya.

Dicky mengungkapkan cocoa asal Kabupaten Bandung itu digandrungi pasar eropa dan asia. Bahkan, coklat Singapura yang sempat viral bahan bakunya dari daerah yang akan memperingati hari jadinya ke 385 pada 20 April nanti.

Baca Juga:  TNI Perkuat Penanganan Erupsi Semeru di Lumajang, Pastikan Bantuan Cepat dan Terkoordinasi

“Sempat viral kan coklat (cocoa) Singapura, itu bahan bakunya dari kita dibeli oleh orang Kabupaten Bandung juga,” tuturnya seraya tertawa.

Selain cocoa ungkapnya, kopi asal Kabupaten Bandung pun merajai pasaran eropa dan asia, terutama di negara – negara yang udaranya dingin, seperti Perancis kopi jenis Arabica paling disukai..Sedangkan, untuk kopi robusta yang banyak diminati produsen di pasaran asia tenggara.

Sementara itu Dicky menjelaskas, untuk menjaga kwalitas kopi. para eksportir mengirimnya dalam bentuk green bean karena selain awet juga menjaga kopi agar tidak bau apek.

Kemudian, dia menjelaskan bahwa belum lama ini Pemkab Bandung bekerja sama dengan Pemerintaha Laos untuk membuka pasaran jahe.

” Jahe dari Kabupaten Bandung dan umbi – umbian lainnya kini sudah masuk di pasar global juga, terutama di Laos. Mereka suka dengan kualitas jahenya yang bagus,” terang Dicky

Baca Juga:  Pengawasan Langsung di Gudang KPU Kota Bandung, Panwaslu Kecamatan Buahbatu Sempat Temukan Petugas Saling Berebut Logistik Pemilu Saat Pengepakan

Terkait kondisi Timur Tengah, dia menegaskan kalau ekspor barang dari Kabupaten Bandung ke wilayah konplik tidak mengalami gangguan. “Ada beberapa titik negara di Timur Tengah yang menjadi tujuan ekspor kita, dan itu masih didominasi kain. Tetapi tidak sebatas pakaian namun saat ini kita mengekspor juga jaring dan paranet,” katanya.

Koordinasi dengan Distan

Dicky mengakui jika persyaratan untuk ekspor tidak mudah, selain soal perijinan juga ada beberapa hal yang harus dipenuhi para eksportir teruma dalam pengiriman barang hasil pertanian.

Untuk itu, ujarnya, Dicky selalu koordinasi dengan bidang pertanian. ” Seperti diaturan sekarang eksportir kopi, cocoa dan hasil pertanian lainnya harus melampirkan sertifikat tetang serangga apa saja yang ada ditanama itu. Saya sudah koordinasi dengan Distan untum menyiapkannya, karena itu SOP nya ada di Distan, ” paparnya.

Baca Juga:  Kick off Hari HAM Sedunia ke-76 Deklarasi Pilkada Bagi Pemilih Pemula

Disdagin tegasnya, hanya membina dalam hal pengemasan barang, labeling termasuk sertifikasinya agar hasil IKM dari Kabupaten Bandung bisa diterima di pasar global.

Untuk itu, pihaknya terus melalukan pembinaan pada para IKM terutama dalam standarisasi barang agar selain bisa masuk pasar dunia juga dapat bersaing dengan produk – produk negara lain.

Sementara itu, dia menjelaskan bahwa pihaknya membina pada para IKM itu mulai dari hulu hingga hilir, terutama pada wira usaha baru. Sedangkan untuk yang sudah mandiri dan naik kelas, pembinaannya pada upaya pengembangan perdagangan.

Seperti cara mempromosi produk IKM melalui business matching, pekerjaan perdagangan serta menginformasikan peluang – peluang pasar di negara lain.

“Syukur Alhamdulillah, dengan upaya – upaya itu ekspor Kabupaten Bandung teruseningkat dan itu berpengaruh juga pada peningkatan Indek Pembangunan Menusia (IPM) Kabupaten Bandung,” tuturnya.**