News  

Perkuat PAD Lewat Grand Final Duta Pajak Kabupaten Bandung 2026

KAB BANDUNG, Potensinetwork.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bandung (Bapenda) terus berupaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi edukasi perpajakan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni menggelar Grand Final Duta Pajak kabupaten Bandung 2026 di Hotel Sultan Raja, Rabu 6 Mei 2026.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menjelaskan, kehadiran Duta Pajak menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Menurutnya, Bupati Dadang Supriatna langkah tersebut penting agar generasi muda memahami bahwa pajak memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan daerah.

“Kegiatan Grand Final Duta Pajak Kabupaten Bandung tahun 2026 ini merupakan inovasi yang sangat baik. Tujuannya agar sejak dini masyarakat, khususnya para pelajar dan mahasiswa, memahami pentingnya pajak daerah dan mampu menjadi bagian dari edukasi kepada wajib pajak,” kata Bupati Dadang Supriatna.

Baca Juga:  DPRD Pasca Putusan MK Nomor 135 Akan Berpengaruh Terhadap Kinerja

Bupati Bandung menegaskan, Pendapatan Asli Daerah memiliki peran vital dalam menopang pembangunan di Kabupaten Bandung, terlebih di tengah kondisi fiskal yang sedang menghadapi tantangan serius akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD).

“Pendapatan asli daerah Kabupaten Bandung ini sangat berpengaruh terhadap pembangunan. Saat ini TKD kita berkurang hampir Rp1 triliun, tentu ini berdampak pada keterbatasan belanja pembangunan. Maka perlu inovasi untuk menggali potensi-potensi pendapatan daerah,” katanya.

Karena itu, Dadang meminta Bapenda terus berinovasi agar target penerimaan pajak daerah tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp1,3 triliun bisa tercapai tanpa menambah beban masyarakat.

Baca Juga:  Pemkot-Kejari Cimahi Lakukan Penandatanganan MoU Dirikan Rumah Restorative Justice 

“Saya tekankan kepada Bapenda untuk terus mencari terobosan dan inovasi, salah satunya melalui Duta Pajak ini, agar pendapatan asli daerah meningkat dengan tetap memperhatikan kondisi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bandung, Erwan Kusumah Hermawan, menambahkan bahwa Duta Pajak bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat, khususnya di kalangan milenial dan pengusaha muda.

Menurut Erwan, para finalis Duta Pajak yang berasal dari utusan setiap kecamatan diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya taat pajak.

“Harapannya meningkat partisipasi terhadap pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak daerah. Peran mereka sebagai agen milenial diharapkan bisa mengajak dan mengedukasi teman-teman, terutama para wajib pajak dari kalangan pengusaha muda,” ujar Erwan.

Baca Juga:  Peran Panwaslu Kecamatan Gedebage dalam Pengawasan Publikasi dan Dokumentasi Logistik Pemilu 2024, Memastikan Transparansi dan Kepatuhan

Ia menjelaskan, program Duta Pajak saat ini telah menyasar kalangan pelajar melalui sosialisasi di sejumlah sekolah menengah kejuruan, dan ke depan akan diperluas ke lingkungan kampus di Kabupaten Bandung.

“Duta Pajak ini bukan hanya event seremoni semata. Kami sudah mulai masuk ke sekolah-sekolah, dan secara bertahap akan melanjutkan ke kampus-kampus agar edukasi perpajakan semakin luas dan efektif,” jelasnya.

Erwan berharap para Duta Pajak mampu menjadi resonansi positif di lingkungannya masing-masing, mulai dari keluarga, sahabat, hingga komunitas usaha lokal, sehingga tingkat kepatuhan pajak masyarakat Kabupaten Bandung terus meningkat.***