[Khutbah Jumat] Menyambut Tahun Baru Hijriyah, Muharam sebagai Bulan Allah

Khutbah Jumat, Menyambut Tahun Baru Hijriyah

ITTAQULLAHA haqqatuqaatih Walaatamuutunna Illawaantum Muslimun. Waba’du!
Sebentar lagi kita memasuki Bulan Muharam, dan kita sambut kehadirannya sebagai tahun baru hijriyah.

Tahun baru bagi seluruh kaum muslimin sedunia terutama kaum muslimin Indonesia.

Kita bersyukur kepada Allah swt karena ternyata kita masih diberi umur panjang. Sehingga dapat kembali memasuki tahun baru hijriyah ini dengan selamat, aman sentausa, sehat wal afiat tak ada aral melintang yang dengannya kita dapat bekal dan modal dalam menyongsong tahun baru hijriyah tersebut.

Baca Juga:  Capaian Vaksinasi di NTB Kurang Optimal, Kendala Utama Kurang Vaksinator

Membangkitkan semangat memperjuangkan agama Islam sesuai dengan semangat Baginda Rasulillah saw beserta sahabat-sahabat beliau saw sewaktu melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah dalam usaha dan upaya menegakkan agama yang kita cintai ini.

Bulan Muharam yang merupakan permulaan tahun baru hijrah adalah bulan mulia nan terpuji, bahkan Rasulullah saw sendiri menyebutnya sebagai bulan Allah, sebagai mana sebagian sabdanya: “Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah berpuasa di bulan Allah yang kalian menyebutnya sebagai bulan Muharram.

Baca Juga:  Khutbah Jum'at, Keutamaan Silaturrahmi

Oleh karena itu, mari kita tingkatkan amal kebajikan kita sesuai dengan arti yang terkandubg di tahun hijriyah yaitu nama tahun di mana pemimpin besar khalifah Umar Bin Khattab ra telah menetapkan serta memutuskannya sebagai tahun resmi kaum muslimin seluruhnya agar senantiasa terkenang atas peristiwa hijrah Nabi saw dalam menyelamatkan umat serta leluasa dalam meninggikan Agama Islam.

Dengan tahun baru hijriyah diharapkan tergugah jiwa raga bahwa di atas pundaknya terletak beban berat memperjuangkan Islam di manapun berada.

Baca Juga:  [Khutbah Jumat] Dari manakah terbitnya iman?