KAB BANDUNG, Potensinetwork.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan peninjauan sejumlah lokasi yang akan dibangun danau atau kolam retensi di kawasan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Jumat (1/5/2026). Rencana pembangunan danau itu untuk mengatasi atau menanggulangi banjir yang terjadi di kawasan Tegalluar.
Saat melaksanakan peninjauan lahan itu, KDS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna didampingi Anggota Komisi IX DPR RI H. Asep Romy Romaya, keduanya adalah putra daerah Desa Tegalluar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta, Kepala Satpol Kabupaten Bandung Uwais Qorni, dan Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin turut mendampingi Bupati KDS.
Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan beserta sejumlah tokoh masyarakat dan Ketua RW juga turut hadir dalam peninjauan lahan yang akan dibangun danau buatan maupun kolam retensi tersebut.
“Hari ini, kita mengecek lapangan, supaya Tegalluar tidak banjir lagi,” kata Bupati KDS di sela-sela meninjau lokasi pembangunan danau di Desa Tegalluar.
Bupati Bandung menengaskan dalam penanganan banjir di Desa Tegalluar ada beberapa opsi yang akan dilaksanakan. Pertama, setelah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jalan provinsi di kawasan Tegalluar itu akan ditinggikan pembangunannya.
“Insya Allah tahun ini kurang lebih sepanjang 1 km oleh Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) sudah setuju dan siap menganggarkan untuk pembangunan danau, salah satunya di Desa Tegalluar,” katanya.
KDS mengatakan pertemuan dengan Menteri PU RI di Jakarta beberapa waktu lalu setelah didorong oleh Wakil Ketua DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal, dan program pembangunan danau untuk penanggulangan banjir akan dilaksanakan tahun ini.
“Maka saya mengecek langsung ke lapangan dan melihat situasi dan kondisi. Ada beberapa yang dilaksanakan secara pentahelix, kita akan mulai minggu depan,” ujarnya.
Tetapi, lanjut Bupati KDS, untuk lokasi pembangunan danau, pihaknya akan menertibkan dulu di lokasi atau lahan yang akan dibangun danau sebelum tanggal 5 Mei 2026.
“Bagi pengembang atau investor yang sudah memiliki lahan di kawasan Tegalluar, tetapi tidak ada kejelasan pembangunan. Kita kembalikan ke semula untuk memenuhi LSD (Lahan Sawah Dilindungi) dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat,” tuturnya.
Meski demikian, kata KDS, DPMPTSP Kabupaten Bandung akan tetap mengundang para investor atau pengembang yang sudah membebaskan lahan di wilayah Tegalluar.
“Untuk itu mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, terutama warga Tegalluar. Insya Allah kita akan selesaikan persoalan sampah, termasuk persoalan banjir di wilayah Tegalluar,” tuturnya.
Bupati KDS mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya yang terus mengawal aspirasi warga tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, termasuk kepada para kepala dinas yang terus mengawal rencana pembangunan kolam retensi tersebut.
“Perlu kami sampaikan bahwa kami sudah mengusulkan tiga titik lokasi. Pertama adalah retensi satu di Tegalluar, kedua retensi 5 di Sukamanah. Ketiga, normalisasi Sungai Cisunggalah yang anggarannya kurang lebih Rp151 miliar yang langsung disetujui oleh Menteri PU. Yang lain-lainnya kurang lebih sekitar Rp68 miliar untuk lokasi yang terkena bencana. Sehingga totalnya yang disepakati oleh Pak Menteri PU itu sekitar Rp220 miliar,” tuturnya.
Bupati KDS berharap program pembangunan infrastuktur untuk penanganan banjir itu bisa terlaksana tahun ini dan lancar.
“Termasuk jalan provinsi yang berada di Desa Tegalluar sepanjang 1 km sudah dianggarkan oleh Pak Gubernur Jawa Barat. Terimakasih Pak Menteri PU, terima kasih Pak Gubernur, terima kasih Pak Wakil Ketua DPR RI, terima kasih Bang Asep Romy yang selalu mengawal. Termasuk terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Bandung. Mohon doanya, semoga lancar. Aamiin yra,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan bahwa Bupati Bandung sudah dua kali bertemu dengan Menteri PU RI di Jakarta.
“Itu membuktikan bahwa Pak Bupati sangat konsen sekali terhadap infrastruktur khususnya, pertemuan terakhir antara Pak Bupati dengan Pak Menteri PU membahas pengendalian banjir di Tegalluar dan di Kabupaten Bandung wilayah timur khususnya. Beliau sudah mengajukan proposal, dan sudah disetujui oleh Pak Menteri PU untuk membangun kolam retensi sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan Tegalluar dan Bandung wilayah timur,” tuturnya.
Di hadapan Bupati KDS, kata Zeis, bahwa pihaknya sudah intens melakukan komunikasi dengan BBWS Citarum untuk menyediakan DED untuk pembebasan fisik pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar dan Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta mengatakan penyerahan lahan untuk danau, sebenarnya sudah ada aturannya, sudah ada Perda dan Perbupnya.
“Sebenarnya, kita tinggal menindaklanjuti yang sudah ditandatangani pernyataan oleh para pengusaha atau investor yang berada di kawasan Kota Baru Tegalluar ini. Kita siap melakukan verifikasi ulang, sesuai dengan perintah Pak Bupati. Dan dikasih deadline hingga tanggal 5 Mei, kita akan terus kerja, sehingga nanti apabila ada investor yang tidak memenuhi persyaratan akan kita evaluasi untuk mengembalikan fungsi ruang sesuai dengan eksisting sekarang,” tuturnya.
Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Uwais Qorni menegaskan Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah dan Perbup, apabila ada yang melanggar aturan tentu akan ditertibkan.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya mengatakan bahwa dengan hadirnya sejumlah pemangku kebijakan dalam pemantauan lokasi yang akan dibangun danau buatan atau kolam retensi di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung ada sebuah solusi terbaik. Dengan harapan persoalan banjir di Tegalluar dan sekitarnya segera bisa diatasi dengan baik.
“Rencana pembangunan kolam retensi atau danau buatan tidak hanya wacana semata, tetapi harus dilaksanakan. Ada beberapa terobosan yang harus ditempuh, seperti yang disampaikan oleh Pak Bupati Bandung Dadang Supriatna sebagai itikad baik untuk tercapainya tujuan kedepannya. Yaitu untuk penanganan banjir di kawasan Tegalluar,” tuturnya.
Asep Romy juga berharap kepada para pengusaha atau pelaku usaha minta kerja samanya untuk membebaskan lahannya untuk pembangunan danau buatan dalam upaya penanganan banjir di kawasan Tegalluar.
Ia juga turut menyampaikan dengan hadirnya Bupati Bandung, sejumlah kepala dinas, kepala desa maupun para Ketua RW dan tokoh masyarakat dalam peninjauan kawasan yang akan dibangun danau retensi itu sebagai wujud kebulatan nyata dalam upaya penyelesaian masalah banjir di Tegalluar.**




