KOTA BANDUNG, POTENSINETWORK.COM – Forum Komunikasi Korban Intimidasi dan Kekerasan ANNAS (Aliansi Nasional Anti Syiah) menyampaikan surat keberatan sekaligus permintaan klarifikasi kepada Wali Kota Bandung pada 1 Mei 2026.
Surat tersebut dilayangkan terkait kehadiran Ketua Umum ANNAS, Atian Ali, sebagai salah satu penceramah dalam acara halal bihalal yang digelar di Pendopo Wali Kota Bandung pada 30 April 2026.
Koordinator II Forum Komunikasi Korban Intimidasi dan Kekerasan ANNAS, Heri Kurnia, menyatakan pihaknya menyayangkan undangan tersebut. Menurutnya, Atian Ali merupakan figur yang kerap memicu polemik di tengah masyarakat melalui pernyataan-pernyataan yang dinilai kontroversial.
“Kami menyesalkan, di tengah upaya menjaga persatuan bangsa, masih ada figur yang dinilai sering menimbulkan keresahan melalui pernyataan yang mengarah pada fitnah terhadap kelompok tertentu,” ujar Heri dalam keterangannya.
Ia menambahkan, sejumlah penganut Islam Syiah mengaku mengalami intimidasi dan kekerasan akibat perbedaan keyakinan. Padahal, kebebasan beragama dan berkeyakinan dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.
Forum tersebut juga menyoroti penggunaan fasilitas publik yang dibiayai melalui anggaran negara. Mereka menilai, ruang publik seharusnya tidak digunakan untuk menghadirkan tokoh yang dianggap tidak sejalan dengan nilai kebhinekaan dan toleransi.
“Penggunaan fasilitas pemerintah semestinya mencerminkan nilai persatuan dan tidak menghadirkan sosok yang dinilai berpotensi memicu perpecahan,” lanjutnya.
Selain dikirimkan kepada Wali Kota Bandung, surat tersebut juga ditembuskan kepada sejumlah pihak, antara lain Gubernur Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi, Dandim Kota Bandung, Kapolrestabes Bandung, Ketua MUI Kota Bandung dan Jawa Barat, serta Ketua DPRD Kota Bandung dan DPRD Jawa Barat.
Forum berharap surat tersebut mendapat tanggapan serta menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (TIM)










