CIMAHI, (Potensinetwork.com) – Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa persoalan kemiskinan tidak sekadar bicara tentang tingkat pendapatan atau uang tunai semata. Hal itu disampaikannya pada Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Cimahi Tahun 2026.
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menegaskan komitmennya untuk mempercepat percepatan penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Melalui sinergi lintas sektor, Kota Cimahi optimistis target penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat dapat tercapai secara signifikan pada tahun 2026.
Untuk memastikan efektivitas penanggulangan kemiskinan di Kota Cimahi, sejumlah poin krusial yang wajib menjadi pedoman seluruh pemangku kepentingan.
“Diawali dengan sinergi antar perangkat daerah mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, perumahan, hingga infrastruktur—harus melepas ego sektoral dan bergerak bersama,” ujar Ngatiyana.
Keberhasilan program sangat bergantung pada data, karenanya Pemkot Cimahi menekankan pentingnya verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala agar bantuan dan program pemberdayaan tepat sasaran tanpa mengabaikan aspek perlindungan data pribadi.
Setiap program penanganan kemiskinan wajib berbasis kebutuhan nyata warga dilapangan dengan indikator keberhasilan yang terukur. Keberadaan TKPKD Kota Cimahi sangat strategis untuk menjembatani program-program dari pemerintah daerah dengan sektor swasta maupun lembaga masyarakat. (*)







