Idris AS Orang Pertama yang Menulis dengan Pena

“Dia di belakangku” kata malaikat sahabatnya itu.

“Sungguh mengherankan. Aku dikirim untuk mengambil nyawanya di langit keempat. Aku berpikir bagaimana caranya aku mengambil nyawanya di langit keempat padahal dia ada di bumi” kata malaikat pencabut nyawa.

Maka malaikat pencabut nyawa itu, mengambil nyawa Idris saat berada di langit keempat dan bersembunyi di belakang malaikat sahabatnya itu.

Inilah yang dimaksudkan oleh ayat “dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (QS 19 :57).***

Sumber :

  1. ‘Abdullah Yusūf ‘Alī, The Meaning of The Holy Qur-an, Maryland, USA : Amana Publication, 1999.
  2. Imam Imâduddin Abul-Fida Isma’îl Ibn Kathîr Ad-Damishqi, Qashasul Anbiyaa (Stories Of The Prophets), Riyadh, KSA : Darussalam, 2003.
  3. Abu Fathah al-Baihaqi dkk, The Noble Mushaf Al-Qur’an Tafsir Perkata Kode Tajwid Dengan Kajian Umum Lengkap, Depok : Nelja, 2012.
Baca Juga:  Wariskan Mata Air jangan Air Mata: Menyoroti Ketimpangan Status Sosial Ekonomi WNI Keturunan Cina dan Yaman/Tarim