Daerah  

LUAR BIASA, Pegawai desa hajatan, Pelayanan masyarakat diliburkan !!

pelayanan
Kantor Desa Segalaherang, Kec.Cicadas Kabupaten Bandung . (foto: potensinetwork.com)

KAB.SUBANG, POTENSINETWORK.COM – Masyarakat Desa Cicadas Kecamatan Segalaherang, Kabupaten Subang dibuat terheran-heran dan bingung. Pasalnya, saat mereka datang ke kantor desa untuk mendapatkan pelayanan dari desa tersebut tak membuahkan hasil. Hari itu, Rabu (3/7), kantor desa tutup dan tak ada pelayanan.

Padahal hari itu adalah hari kerja dan bukan merupakan hari libur. Ternyata hari itu ada hajatan dari seorang aparat desa tersebut.

Menelusuri kondisi tersebut, Potensinetwork.com berupaya menghubungi Kepala Desa (Kades) Cicadas, Dedi, melalui telepon selulernya. Namun yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.

Baca Juga:  Tirto,"Sang Pemula" , Beristirahat setelah lelah membela bangsanya

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Cicadas, Robi, melalui selulernya mengungkapkan, bahwa terkait tutupnya Kantor Desa Cicadas, karena pada hari itu ada hajatan dari salah satu pegawai desa. Karenanya kantor desa tutup dan tak ada pelayanan pada hari itu.

“Kantor diliburkan, semua pada kumpul disana dan ini sudah seijin pak Camat” tuturnya.

Saat disambangi kekantornya, Camat Segalaherang, Agus sedang tidak berada ditempat. Menurut salah seorang staffnya, sang Camat sedang keluar.

Sementara itu, salah satu warga setempat yang namanya tak ingin disebut, yang mengaku tinggalnya tak jauh dari kantor desa mengatakan, bahwa dari pagi sudah ada beberapa warga yang datang ke kantor desa, tapi mereka pada balik lagi karena kantor desa tutup.

Baca Juga:  REVITALISASI PASAR tak kunjung dimulai, FPPB "ontrog" Pemkab

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua LSM GNPK RI (Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi RI), Samsudin, mengungkapkan komentarnya.

Ia mengatakan, seharusnya penutupan kantor desa tak perlu terjadi. Adapun kegiatan (hajatan) merupakan keperluan individu.

“Kades lupa, kalau dia dipilih dan digaji oleh masyarakat, jadi jangan mementingkan kepentingan segelintir orang (pegawainya) dan mengabaikan pelaaaayanan masyarakat luas”, tandasnya.

Samsudin berharap Inspektorat Daerah bersikap tegas sesuai tugas pokoknya agar peristiwa sejenis tak terulang lagi. *(Dang’s)