Daerah  

Kelurahan Mekarmulya Diseminasikan Hasil Pelayanan Posyandu Mekar Sosial Responsif dan Pendataan Kelompok Rentan

diseminasi
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Mekarmulya, Ruli Insani Adhitya, S.Sos., menyampaikan paparan dalam kegiatan diseminasi hasil Posyandu Mekar Sosial Responsif di Aula Kelurahan Mekarmulya. (Foto: potensinetwork.com/istimewa)

Program Posyandu Mekar Sosial Responsif ini memperkuat peran Posyandu sebagai pintu masuk pelayanan sosial yang lebih dekat, terkoordinasi, akurat, dan responsive terhadap kebutuhan Masyarakat.

KOTA BANDUNG, POTENSINETWORK.COM – Kelurahan Mekarmulya, kecamatan Panyileukan, Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Hasil Pelayanan Posyandu Mekar Sosial Responsif serta penyampaian hasil pendataan warga fakir miskin dan kelompok rentan pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Mekarmulya, Jalan Mekarmulya Nomor 26, Kota Bandung.

Pelaksanaan Kegiatan tersebut untuk menyampaikan perkembangan dan hasil pelaksanaan Program Posyandu Mekar Sosial Responsif, memaparkan hasil pendataan sosial warga, memperoleh masukan dari para pemangku kepentingan, serta memperkuat koordinasi dalam menindaklanjuti kebutuhan pelayanan sosial Masyarakat.

Hadir dalam kegiatan itu antara lain unsur Kecamatan Panyileukan, Ketua RT dan Ketua RW se-Kelurahan Mekarmulya, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, TP PKK, Karang Taruna, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Pekerja Sosial Masyarakat, serta kader Posyandu 6 SPM Bidang Sosial se-Kelurahan Mekarmulya.

Pelayanan Sosial Lebih Dekat dengan Masyarakat

Program Posyandu Mekar Sosial Responsif merupakan implementasi aksi perubahan dengan judul: “Posyandu Meningkatkan Efektivitas, Koordinasi, Akurasi, dan Respon Sosial melalui Kader 6 SPM Bidang Sosial yang Responsif” dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II Tahun 2026 Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Mekarmulya, Ruli Insani Adhitya, S.Sos.


Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Mekarmulya, Ruli Insani Adhitya, S.Sos., berfoto bersama peserta usai kegiatan diseminasi Posyandu Mekar Sosial Responsif di Aula Kelurahan Mekarmulya. (Foto: potensinetwork.com/istimewa)

Ruli Insani Adhitya mengatakan bahwa inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya kebutuhan pelayanan sosial masyarakat.

“Warga tidak hanya membutuhkan bantuan sosial, tetapi juga memerlukan kejelasan informasi, pemeriksaan status data, pembaruan data, verifikasi kondisi sosial, konsultasi awal, pendampingan, dan akses rujukan kepada lembaga pelayanan yang sesuai. Program tersebut dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya kebutuhan pelayanan sosial masyarakat.” Kata Ruli Insani Adhitya.

Baca Juga:  Antisipasi Kerawanan Pesta Demokrasi 2024, Panwaslu Kecamatan Regol Simulasikan Penanganan DPTb dan DPK bersama Kalangan Media

Menurut Ruli Insani Adhitya, warga tidak hanya membutuhkan akses bantuan sosial, tetapi juga memerlukan informasi yang jelas, pemeriksaan dan pembaruan data, verifikasi kondisi sosial, konsultasi awal, pendampingan, serta rujukan ke layanan yang sesuai.

Penjelasan lebih jauh, Kata Ruli Insani Adhitya, bahwa melalui program ini, tujuh Posyandu di Kelurahan Mekarmulya diperkuat dengan keberadaan Kader Posyandu 6 SPM Bidang Sosial.

Penguatan dan peran para kader sebagaimana tersebut di atas, antara lain yaitu:

  • Memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi sosial;
  • Melakukan identifikasi serta pendataan awal warga fakir miskin dan kelompok rentan; menerima konsultasi awal;
  • Membantu pemeriksaan dokumen dasar serta;
  • Menghubungkan warga dengan Puskesos, Kelurahan, Puskesmas, Dinas Sosial, UPTD PPA, maupun layanan rujukan lainnya.

“Kader berfungsi sebagai pintu masuk pelayanan dan penghubung awal antara warga dengan pemerintah maupun lembaga pelayanan. Kader tidak bertindak sebagai penentu penerima bantuan sosial, tidak memberikan diagnosis, dan tidak menyelesaikan perkara hukum, tetapi membantu memastikan setiap permasalahan sosial dapat dicatat, diklasifikasikan, dan dirujuk melalui mekanisme yang tepat.” Kata Ruli Insani Adhitya.


Kader Posyandu bersama para pemangku kepentingan menunjukkan partisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan Posyandu Mekar Sosial Responsif di Kelurahan Mekarmulya. (Foto: potensinetwork.com/istimewa)

Info resmi kepada redaksi potensinetwork.com bahwa dalam pelaksanaan aksi perubahan, sejumlah tahapan atau milestone telah diselesaikan untuk mewujudkan inovasi program ini, antara lain penyusunan desain inovasi, pembentukan tim efektif, penyusunan standar operasional prosedur dan alur kerja, pembuatan buku saku serta media komunikasi, informasi, dan edukasi, penyediaan formulir dan register pelayanan, pengembangan sistem pendataan dan dashboard kondisi sosial warga, pembekalan kader, serta pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga:  Damas-Kadamas Halalbihalal di Pendopo Walikota Bandung

Membangun Database Sosial By Name By Address By Problem/By Needs

Salah satu bagian penting dalam Program Posyandu Mekar Sosial Responsif adalah pendataan warga fakir miskin dan kelompok rentan lainnya. Pada kegiatan ini juga disampaikan hasil pendataan warga fakir miskin dan kelompok rentan di Kelurahan Mekarmulya.

“Pendataan dilakukan agar Kelurahan Mekarmulya memiliki database sosial by name by address by problem/by needs, yaitu basis data yang memuat nama, alamat, profil, dan kondisi sosial warga secara lebih jelas, terstruktur, dan dapat diperbarui yang juga memuat data masalah serta kebutuhan spesifik warga yang didata.” Kata Ruli Insani Adhitya.

Database tersebut, ungkap Ruli Insani Adhitya, dibutuhkan sebagai bahan awal dalam memetakan kondisi sosial masyarakat, melakukan verifikasi lapangan, menentukan kebutuhan asesmen, menyusun rencana pelayanan, serta mengoordinasikan penanganan dan rujukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga.

Lebih lanjut Ruli Insani Adhitya menambahkan, inovasi pendataan mandiri ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan ketersediaan data kemiskinan yang mutakhir, rinci, akurat, dan mudah diakses pada tingkat Kelurahan. Sumber data sosial yang tersedia juga belum seluruhnya dapat memberikan gambaran kondisi nyata setiap warga sampai pada tingkat RT dan RW.

“Oleh karena itu, Kelurahan Mekarmulya berinovasi menghimpun dan memperbarui data secara mandiri dengan melibatkan partisipasi masyarakat, para Ketua RT dan RW, serta Kader Posyandu Bidang Sosial. Keterlibatan unsur kewilayahan dinilai penting karena mereka lebih dekat dengan masyarakat dan mengetahui perubahan kondisi sosial warga secara langsung.” Papar Ruli Insani Adhitya.

Baca Juga:  Pertemuan Pemuda Cinambo dengan Edwin Senjaya, Ungkap Pemuda Butuh Lapangan Kerja

Database tersebut akan menjadi bank data internal Kelurahan untuk mendukung pelayanan sosial yang lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi. Pengelolaan data tetap memperhatikan kerahasiaan identitas dan perlindungan informasi pribadi warga serta hanya digunakan untuk kepentingan pelayanan, verifikasi, koordinasi, dan perencanaan sosial.

Kelurahan Mekarmulya berharap Posyandu tidak hanya dikenal sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga berkembang menjadi ruang pelayanan sosial berbasis kewilayahan yang partisipatif, inklusif, dan responsif.

Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan seluruh pihak, terutama masyarakat, Ketua RT dan RW, kader Posyandu, lembaga kemasyarakatan, Puskesos, Puskesmas, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta jejaring pelayanan lainnya. Dengan data yang semakin akurat dan koordinasi yang semakin kuat, pelayanan sosial diharapkan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan secara lebih cepat dan tepat. (Aprianto)