Seluruh mayat dikremasi (dihawu-wangkaykan) dengan kayu cendana dengan penghormatan tinggi. Ribuan rayat dan pelayat memenuhi halaman balai manguntur dalam duka dan nestapa mengikuti upacara “srada” . Debu dari 98 jenajah para petinggi kerajaan Sunda dipulangkan ke Kawali menggunakan kapal megah angkatan laut Majapahit dengan pengawalan ketat.
Para Darmajaksa (pemimpin keagamaan) Hindu Syiwa, Hindu, Wisnu, dan Kasogatan (Budha).
Ikut serta di dalamnya.(bersambung)***




